Bukti Pengawas Pemilu Siap Awasi Pilkada Ditengah Pandemi

Ponorogo (ponorogo.bawaslu.go.id) Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Moh.Amin mengatakan bahwa jajaran Pengawas ad hoc di 19 Kabupaten/Kota penyelenggara Pilkada di Jawa Timur telah siap mengawasi Pemilihan Kepala Daerah 2020 ditengah pandemi Covid-19.

Hal itu ditandai dengan tidak adanya pengawas ad hoc yang mengundurkan diri karena takut melaksanakan tugas akibat wabah virus Corona.

“Alhamduliah terhadap pengaktifan yang di awali dengan surat pernyataan dari semua pihak, tidak 1 orang pun tenaga pengawas Pemilu di jajaran ad hoc  baik dari Panwascam dan Pengawas Desa/Kelurahan yang menyatakan mundur dari akibat takut karena virus Covid 19, kalau pun ada yang mundur akibat meninggal atau alasan lain.” Ungkap Amin saat menjadi narasumber webinar AP-HTN APHTN-HAN Jawa Timur, Kamis (25/6).

Menurut Amin ini dapat di artikan bahwa jajaran tenaga ad hoc Panwascam dan Pengawas Desa/Kelurahan secara nyata telah memberikan kesanggupan dan akan melaksanakan tugas disisa tahapan atau tahapan lanjutkan yang akan di bebankan kepada meraka.

Lebih lanjut pria asal Sumenep ini menjelaskan, selain modal kesiapan mental, Bawaslu juga telah menyiapkan 7 hal  penting lainnya yakni terkait anggaran, sumber daya manusia, pencegahan, pengawasan dan penindakan, Koordinasi dengan stakeholder, pendidikan pemilih, sosialisasi serta regulasi.

“Yang pertama terkait anggaran  kami sudah berkoordinasi dengan Bawaslu Republik Indonesia untuk memastikan kepada Kemendragi dalam melakukan imbauan kepada 19 kabupaten kota agar anggaran yang telah di sepakati  dalam NPDH untuk dilakukan perubahan pola pencairan yaitu dengan pola pencairan 100%, agar pola pengawasan kita tidak terganggu terkait anggaran.” Jelasnya.

Sementara yang kedua, lanjut Amin, Bawaslu Jawa Timur juga telah menyiapkan sumber daya manusia sebanyak 14.058 Panwascam dan 4.789 Panwaslu Desa/Kelurahan di 19 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. “Ini tantangan tersendiri bagi kita agar kita-kiat pengawasan , penindakan pelanggaran yang kita lakukan arus sesauai dengan kondisi covid 19.” Kata Amin.

Perseiapan ketiga yakni terkait pencegahan, pengawasan dan penindakan, Bawaslu terus melakukan upaya pencegahan pelanggaran, misalnya sejak bulan puasa dan menjelang hari raya lalu karena banyak aktifitas-aktifitas sosial yang dilakukan oleh para pasangan calon atau bakal calon termasuk oleh petahana Pemerintah Kabupaten/Kota, disarakan tidak memanfaatkan Bansos.

Masih kata Amin persiapan Bawaslu yang keempat yaitu koordinasi dengan stakeholder dan  melibatkan Gugus Tugas dan Tanggap Darurat Covid-19, Dewan Pers, KPI dan lain-lain. Begitu juga di setiap tingkat harus melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“Yang kelima pendidikan pemilih, terkait ini kita telah melakukan sekolah kader pengawas partisipatif yang di ikuti kurang lebih sejumlah 2.500 orang yang berumur di bawah 30 tahun kebawah, yang sudah meiliki hak pilih tentunya.” Terangnya.

Persiapan keenam yaitu sosialisasi dengan media webinar, kata Amin, dengan diundangnya penyelenggara ke berbagai forum seminar ini juga berdampak positif bagi pendidikan pemilih serta meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Dan yang terakhir yaitu terkait regulasi, tentu kami menyiapkan regulasi-regulasi bersama perkembangan ini ada perubahan-perubahan Perbawaslu yang isinya akan melakukan pengawasan, penanganan pelanggaran, dan melaksanakan penyelesaian sengketa sesuai dengan kondisi Covid.

Diakhir paparannya Amin pun mengajak semua pihak bersama-sama mensukseskan penyelenggaraan Pilkada yang coblosannya dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang.

Editor : Nanda, Foto : Muchtar.

269 Views