Lompat ke isi utama

Berita

The Candidate: Gambaran Pesta Demokrasi Yang Disalahgunakan

Ponorogo (ponorogo.bawaslu.go.id) Fenomena di masyarakat menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) menjadi objek yang diangkat pada film The Candidate produksi Bawaslu Ponorogo.

Salah satu fenomena tersebut yakni politik uang, sebuah praktik yang selalu identik dengan Pemilu, bahkan dianggap menjadi hal yang tabu bila calon tidak melakukannya.

Demikian halnya dengan sebagian masyarakat, mereka juga masih mengartikan pesta demokrasi sebagai pesta dengan mendapat uang dari para calon. Teorinya semakin pandai menghasut dan menjanjikan pemilih kepada calon maka semakin besarlah pesangon yang didapatkan.

Namun naifnya uang yang didapat tidak sesuai dengan suara yang diharapkan oleh calon, padahal si calon bermaksud membagikan uang untuk menaikkan citra diri. Tapi tidak jarang uang hanya berhenti dan dimanfaatkan saja oleh tim sukses belaka.

Ini yang mengakibatkan cost politik jadi tinggi. Masyarakat tidak dihadapkan langsung dengan calon, mendengar visi misi gagasannya tapi lebih kepada cara instan menyerahkan hanya kepada tim sukses.

Ketakutan calon untuk tidak terjun di masyarakat pun kadang cukup beralasan, masyarakat ujung-ujungnya hanya minta uang sebagai bentuk komitmen caleg.

Kemasan film ini sengaja di tambah dengan ironi kemiskinan yang menjadikan orang nekad berlaku culas menipu dan memerosokkan orang lain ke jurang kehancuran.

https://www.youtube.com/watch?v=tVHUJI3cDFg&t=275s Film The Candidate Bawaslu Ponorogo yang tayang perdana 8 Juni 2020 lalu.

Adanya Bawaslu dalam rangka pencegahan dan tugas pengawasan dengan cara sosialisasi di juga gambarkan dalam film. Dengan harapan pemilihan bisa berjalan dengan baik dan tidak ada yang menjadi korban atas pesta demokrasi.

Film The Candidate produksi Bawaslu Ponorogo ini berdurasi 60 menit, dengan mengambil lokasi shoting pada kantor Bawaslu yang sudah di modifikasi sedemikian rupa dan rumah salah satu penggiat seni di Ponorogo, Sudirman guna untuk memunculkan karakter khas Ponorogo yang identik dengan kota santri, kota Reyog dan budaya pencak silat.

Crew dalam film ini sepenuhnya merupakan keluarga besar Bawaslu Ponorogo yang mencoba mengabdikan diri dengan beradu peran dalam tema pencegahan politik uang.

Adapun produksi film ini sendiri merupakan film ke 2 setelah sebelumnya bekerja sama dengan pemerintah Desa Karangpatihan menggarap film pendek berjudul Sangka.

Sebagai informasi, sampai diterbitkannya tulisan ini, film yang disutradarai Kordiv Pengawasan, Juwaini tersebut sudah ditonton sebanyak 2.700 kali melalui channel youtube Bawaslu Ponorogo.

Kordiv Pengawasan Bawaslu Ponorogo sekaligus sutradara film, Juwaini bersama pengiat seni di Ponorogo, Sudirman usai pengambilan adegan The Candidate (20/5).

Editor : Muchtar, Foto : Nanda.

Tag
Berita
Buletin Bawaslu