Lompat ke isi utama

Berita

Empat Budaya Kerja di Bawaslu

Ponorogo (ponorogo.bawaslu.go.id) Kesungguhan dan ketelitian dalam melaksanakan tugas merupakan hal penting yang harus dipedomi oleh setiap jajaran Pengawas Pemilu, selain itu dalam lingkungan kerja Pengawas harus menerapkan empat budaya kerja Bawaslu.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan Bawaslu Ponorogo, Widi Cahyono saat memimpin apel pagi jajaran sekretariat, Senin pagi (31/05/2021).

“Empat budaya tersebut yakni Soliditas, Integritas, Mentalitas dan Profesionalitas atau disingkat SIM P, budaya kerja ini sebagai identitas kita dalam melaksanakan tugas-tugas pengawasan.” Ungkapnya.

Soliditas bermakna seorang Pengawas Pemilu harus mampu membangun sebuah pondasi, perisai, atap yang kokoh, kuat dan rapat terhadap kepemiluan. Integritas, adalah melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang akan dikatakan dan apa yang akan dilakukan atau satunya antara perkataan dan perbuatan.

Mentalitas berarti seorang Pengawas Pemilu harus tahan terhadap tekanan dari berbagai pihak, tidak gampang menyerah, harus mampu berada pada ruang dan waktu, kapan saja dan dimana saja, tidak mudah surut jika mendapat hambatan. Sedangkan Profesionalitas, berarti harus bisa melakukan tugas pengawasan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, memberikan informasi lengkap kepada semua pihak mengenai tugas maupun aturan yang berlaku, menerapkan mekanisme kerja yang jelas dan terukur, memahami peraturan perundang-undangan serta menerapkannya dengan baik dan benar.

Pria yang membidangi Divisi Penyelesaian Sengketa ini juga mejelaskan bahwa apel setiap Senin pagi bukan hanya sekedar rutinitas, namun memiliki manfaat baik bagi lembaga Bawaslu maupun jajaran sekretariat.

“Apel bukan hanya sekedar pembiasaan disiplin pegawai dan sebagai sarana untuk penyampaian informasi penting, serta arahan dari pimpinan, namun juga berfungsi untuk memupuk rasa kekeluargaan dan kebersamaan diantara semua jajaran.” Pungkas Widi.

Editor : Muchtar, Foto : Anas.

Tag
Berita