Lompat ke isi utama

Berita

Evaluasi Pengawasan Pilkada, Jatim 3 Tercepat Laporan Siwaslu

Bawaslu Republik Indonesia mengadakan evaluasi pengawasan pilkada di Malang sejak 20-22 Desember. Dalam sambutannya, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu RI, Mochamad Afifuddin menyampaikan apresiasi atas kecepatan jajaran pengawas pemilu se-Jawa Timur mengirimkan data ke Sistem Pengawasan Pemilu (Siwaslu) saat pemungutan suara, 09 Desember.

“Secara nasional, ada 5 provinsi yang datanya masuk cepat ke Siwaslu. Pertama, Jambi. Dari 8.229 Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang masuk datanya 8.152 TPS. Artinya 99 persen. Lalu Jawa Timur 98 dari 48 ribu TPS yang masuk 47.656 TPS. Artinya 98 persen. Kemudian berurutan Bangka Belitung 98 persen, Gorontalo 97 persen, lalu Jateng dan Jogjakarta,” terangnya.

Menurut Afif, kecepatan hasil pengawasan juga berkat dari kerja Bawaslu Provinsi dalam menggerakkan mesin pengawas dari Bawaslu Kabupaten/Kota sampai dengan Pengawas TPS.

“Keseriusan kinerja provinsi menentukan Kabupaten/Kota bekerja. Ke depan harapan kita percepatan dan kemajuan akan semakin bermanfaat,” tambahnya.

Afif menambahkan, satu jam pasca pemungutan suara sudah bisa menerima laporan hasil pengawasan di 256.139 TPS.

“Pasca satu jam pemungutan, sudah 68 persen laporan hasil pengawasan di TPS. Data yang masuk begitu cepat. Misal data TPS yang buka sebelum jam 7, kita menemukan ada 10.978 TPS. Angkanya besar ini,” tuturnya

Menurut Alumni UIN Syarif Hidayatullah bahwa bawaslu berhasil memotret secara cepat proses pilkada.

“Banyak lembaga survei yang hanya melihat hasil siapa yang menang saja. Tetapi yang dilakukan Bawaslu adalah melihat proses penyelenggaraan pilkada. Ini yang tidak ditemukan di lembaga lain,” tambahnya.

Meski demikian, Afif memandang perlu untuk melibatkan pihak lain dalam memberikan evaluasi terhadap Bawaslu.

“Kita memang perlu mengapresiasi kerja jajaran kita. Tetapi mari kita menyisihkan energi untuk mendegarkan apa kata orang. Karena hasil karya itu sejatinya orang yang menilai. Kita undang juga lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk mengevaluasi pengawasan pilkada,” pungkas Afif

Diketahui Evaluasi pilkada dilaksanakan di Malang sejak tangal 20 sampai 22 Desember 2020 ini dihadiri oleh 9 Provisi se-Indonesia.

Sumber : Laman Bawaslu Jatim.

Tag
Berita