Ikhwanudin: 4 Pertimbangan Pilkada Ditengah Pandemi Covid-19
|
Ponorogo (ponorogo.bawaslu.go.id) Pelaksanakan Pilkada serentak tahun 2020 akan tetap diselenggarakan meskipun ditengah pandemi Covid-19. Setidaknya ada 4 (empat) pertimbangan gelaran 5 tahunan ini perlu dilanjutkan.
“Pertimbangan pertama, dukungan Kemendagri berupa SE kepada Pemerintah Daerah agar anggaran hibah Pilkada tidak dialihkan untuk kegiatan lain.” Ungkap Ikhwanudin Alfianto, Anggota Bawaslu Jawa Timur saat menjadi narasumber webinar yang diselenggarakan prodi PPKN UNMUH Ponorogo, Kamis (27/8).
Pertimbangan kedua yakni adanya sebanyak 47 negara didunia yang juga tetap melaksanakan Pemilihan di tahun 2020 dan ketiga, tidak ada satupun institusi yang dapat mempredikasi kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.
“Maka kegiatan kenegaraan tetap dilaksanakan dalam suasana pandemi Covid-19 dengan memperhatikan protokol kesehatan.” Tambah Ikhwan.
Selain itu pertimbangan keempat kata Ikhwan, yakni terkiat hasil uji publik PKPU tehapan pada 16 Mei 2020, dimana salah satunya perwakilan Parpol menyetujui jadwal pemilihan yang disusun KPU, “Hanya saja penekanan partai agar pelaksanaan pemilihan perlu mengedepankan tehnologi informasi juga dibuatkan alternatif metode Pemilihan yang baru sesuai protokol Covid-19.” Jelasnya.
Pria yang membidangi divisi penindakan pelanggaran ini kemudian menjabarkan bahwa dengan keputusan pelaksanaan tersebut harus diakui memiliki dampak positif maupun negatifnya.
Sisi positif diantaranya pada penggunaan media digital karena pemilih cenderung menghindari kontak fisik dan beralih ke fasilitas virtual, sosial safety net, perputaran ekonomi dan juga dapat digunakan sebagai media kampanye protokol kesehatan.
“Sementara sisi negatif Pilkada ditengah pandemi yaitu potensi kluster baru Covid-19, ketakutan masyarakat pada proses penyelenggaraan seperti Coklit, Kampanye dan Coblosan yang melibatkan orang banyak serta anggaran dan logistik tidak tepat waktu.” Jelas Ikhwan.
Pria asli Ponorogo inipun juga menyoroti akan potensi pelanggaran yang meningkat seperti pelanggaran dimasa kampanye, politik uang serta politisasi bantuan sosial selama masa pandemic Covid-19.
Untuk itu Ikhwan mengajak peserta webinar dan mahasiswa agar bersama sama mensukseskan Pilkada 2020 dengan berpartisipasi serta ikut mengawasi tahapan yang akan berlangsung.
“Jika menemukan dugaan pelanggaran silahkan laporkan kepada Bawaslu, tentu dengan menyiapkan perlengkapan seperti bukti-buktinya.” Pungkasnya.
Editor : Muchtar, Foto : Hendra.