Lompat ke isi utama

Berita

Nuning Rodiyah: Kurang Menarik Apa Ponorogo?

Ponorogo (ponorogo.bawaslu.go.id) Kurang menarik apa Ponorogo? bukan hanya dari segi pendidikannya, Bahkan Pimpinan Bawaslu se-Jatim pun rela bermalam satu suro di Ponorogo.  

Demikianlah ungkapan pembuka Nuning Rodiyah, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat saat menjadi narasumber Jagong Budaya Pengawasan Partisipatif yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Ponorogo, Rabu (19/8).

Dipandu oleh Ihwanudin Alfianto, wanita yang juga asli Siwalan, Mlarak, Ponorogo ini menjelaskan bahwa Lembaga penyiaran, saat  ini sedang berusaha mengantisipasi penyebaran politisasi sara ujaran kebencian hoax di media.

“Potensi penyebaran terbesar ada di media sosial (medsos) yakni sebesar 82 persen. Dimasa Pandemi seperti sekarang ini medsos berpotensi juga akan lebih sering digunakan oleh para peserta Pemilihan.” Paparanya.

Masih kata Nuning, iklan di media penyiaran juga rawan terjadi pelanggaran, baik oleh peserta Pemilihan maupun penyelenggara, untuk itu pengguna jasa hendaknya memilih lembaga penyiaran yang sudah berizin.

Jagong Budaya Pengawasan Partisipatif Bawaslu Ponorogo ini juga menghadirkan narasumber Komisioner Bawaslu RI, Mochammad Afifudin. Serta turut dihadiri jajaran Bawaslu Provinsi Jawa Timur Moh.Amin, Purnomo Satriyo Pringgodigdo, Nur Ellya Anggraini, Totok Haryono, Ihwanudin Alfianto dan Aang Khunaifi.

Selain itu terlihat hadir pula Komisioner Bawaslu Kabupaten Ngawi, Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Trenggalek serta Alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Daring tahun 2020.

https://www.youtube.com/watch?v=KW6wgDfutMg&lc=Ugwb5J5dPrN8VePSHLZ4AaABAg Jagong Budaya Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pada Pilkada Tahun 2020.

Editor : Muchtar, Foto : Hendra.

Tag
Berita