Lompat ke isi utama

Berita

Refleksi Pengawasan 2020: Kolaborasi Awasi Pilkada, Riset sampai Pendidikan Partisipatif

Ponorogo (ponorogo.bawaslu.go.id) Dalam hitungan hari, kita akan berganti tahun. 2020 menyisakan refleksi bagi Bawaslu. Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi merefleksikan saat mengawasi pilkada di tengah pandemi.

“Sepanjang 2020, kami telah mengawasi jalannya pilkada. Walau sempat ditunda dan akhirnya dilanjutkan. Alhamdulillah pengawasan di 19 daerah pilkada terlaksana dengan baik. Ditopang oleh pengawas di 19 daerah lainnya. Ada kolaborasi pengawas di 38 Kabupaten/Kota di Jatim. Khususnya saat tahapan krusial masa tenang dan pemungutan suara,” terangnya via Whatsapp, Kamis (24/12)

Menurut Aang, pihaknya sedang menyelesaikan laporan hasil pengawasan pilkada 2020.

“Ada beberapa catatan yang dapat kami simpulkan atas penyelenggaraan pilkada 2020. Kami dokumentasikan dengan gaya bahasa yang baik dan renyah,” terangnya

Kerja pengawasan 2020 berakhir khusnul khotimah. Tanggal 21 Desember lalu diganjar penghargaan oleh Bawaslu RI.

“Tanggal 21 Desember lalu, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Mojokerto dan Gresik mendapatkan penghargaan dari Bawaslu RI terkait kecepatan laporan ke Sistem Informasi Pengawasan Pemilu (Siwaslu),” terang Aang

Selain itu pada tahun 2020 ini pula, Divisi Pengawasan mengembangkan pusat pendidikan pengawasan partisipatif.

“Kami sudah memetakan fokus perekrutan kader pengawas partisipatif. Tahun 2020 ini sebagian besar sudah terlaksana. Baik itu dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring). Alumni dari Sekolah Kader Pengawas Partisipatif akan kami maksimalkan,” jelasnya

Berkenan dengan hubungan antar lembaga, Aang menjelaskan telah membangun pola hubungan baik dengan organisasi kepemudaan, kemasyarakatan dan perguruan tinggi.

“Kita juga bekerjasama dengan organisasi kepemudaan, kemasyarakatan dan perguruan tinggi. Termasuk advokasi terhadap pemilih pemula. Di beberapa daerah di Jatim terealisasi kerja sama dengan perpustakaan daerah untuk mengembangkan pengawasan partisipatif,” tuturnya.

Kabar menarik lainnya, menurut Aang selama tahun 2020, pihaknya telah membuat tim dengan sedang menyelesaikan 10 riset pilkada.

“Ada 10 judul buku riset serial pilkada mulai 2015-2020 dihasilkan oleh Bawaslu Kabupaten Kota dan Bawaslu Provinsi. Mudah-mudahan bisa terpublikasikan dengan baik oleh tim di akhir tahun ini,” pungkasnya.

Selamat tinggal 2020. Selamat jumpa 2021.

Sumber : Laman Bawaslu Jatim.

Tag
Berita