3 Perspektif Penting Pilkada Ditengah Pandemi
|
Ponorogo (ponorogo.bawaslu.go.id) Tidak semua orang optimis pelaksanaan Pilkada tahun 2020 diselenggarakan ditengah pandemi Covid-19 hal itu disebabkan baik karena faktor kesehatan maupun kebutuhan anggaran, namun ada 3 perpektif cara pandang lain bahwa penyelenggaraan Pilkada tetap dilaksanakan.
Hal tersebut disampaikan Kordiv Pengawasan Bawaslu Republik Indonesia Mochammad Afifuddin saat menjadi narasumber diskusi daring yang diselenggarakan PW GP Ansor Provinsi Maluku, Kamis (9/7).
“Pertama Pilkada digelar pada situasi yang tidak normal, maka banyak penyesuaian situasi terutama mempertimbangkan protokol kesehatan.” Ungkapnya.
Pelaksanaan Pilkada ditengah pandemi berbeda dengan Pilkada secara normal, misalnya dalam memperhatikan protokol kesehatan pada setiap tahapan Pemilihan.
Sementara perpektif kedua yaitu terkait keselamatan pemilih dan penyelenggara harus menjadi pertimbangan. “Misalnya dengan ketersiadaan alat pelindung diri (APD) untuk menghindari kluster baru penyelenggara dan juga pemilih, ini juga ditemui hampir disemua negara yang menggelar Pilkada ditengah wabah.” Tambah Afif.
Ketiga yakni predictable process but un predictable result (hasilnya tidak bisa diprediksi namun prosesnya harus diprediksi), artinya apa yang tidak ideal bukan tidak mungkin dilakukan.
“Cara pandang ini cukup mengantarkan kita pada prinsip-prinsip dasar misalnya kenapa anggarannya harus bertambah, harapan kita semua tentu kualitas Pilkada ini akan lebih baik serta partisipasi masyarakatnya tinggi.” Pungkasnya.
Editor : Muchtar, Foto : Hendra.