Lompat ke isi utama

Berita

88 Peserta dari Ponorogo Siap Ikuti SKPP Daring Bawaslu RI

Ponorogo (ponorogo.bawaslu.go.id) Program Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) Daring Bawaslu Republik Indonesia antusias diikuti oleh ribuan peserta, tercatat dari Kabupaten Ponorogo sendiri sebanyak 88 peserta turut mendaftar dalam program online tersebut.

Kordiv Pengawasan Bawaslu Ponorogo, Juwaini menyatakan bahwa hal itu merupakan kabar baik bagi pengawasan partisipatif pada penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Ponorogo mendatang, ia juga menjelaskan keberadaan kader pengawas tersebut sangat penting bagi proses pengawasan oleh Bawaslu.

“Partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam mengawasi proses penyelenggaraan Pemilihan merupakan salah satu hal yang penting, sementara keberadaan kader pengawas partisipatif ini nantinya sebagai kepanjangantangan Pengawas Pemilu dalam melakukan tugasnya.” Tutur Juwaini, Sabtu (11/4).

Masih kata Juwaini, Partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan secara khusus diatur dalam Pasal 131 Ayat 2 UU Nomor 10 Tahun 2016, disebutkan bahwa Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan Pemilihan, Penyelenggara dapat melibatkan partisipasi masyarakat.  Adapun Partisipasi masyarakat tersebut salah satunya dapat dilakukan dalam bentuk pengawasan pada setiap tahapan Pemilihan.

Baca Juga : 20 Ribu Lebih Peserta Mendaftar SKPP Daring Bawaslu

Lebih lanjut ia pun berharap ke-88 peserta SKPP Bawaslu RI dari Ponorogo tersebut agar dapat mengikuti proses pembelajaran dengan seksama “Selamat menimba ilmu dari para Ahli Pemilihan Umum dari seluruh Indonesia.” Pungkasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia secara resmi meluncurkan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) pertama melalui dalam jaringan (daring) Kamis (9/4), program ini diikuti oleh 20.665 pendaftar dari seluruh Indonesia, sementara di Provinsi Jawa Timur tercatat 2.568 peserta dari 38 Kabupaten/Kota turut mendaftar, menjadi Provinsi dengan pendaftar terbanyak kedua tingkat nasional setelah Provinsi Jawa Barat.

Editor : Muchtar, Foto : Bawaslu Jatim.

Tag
Berita