Lompat ke isi utama

Berita

Ikhwanudin Alfianto: Politik Uang Itu Ciderai Demokrasi

Ponorogo (ponorogo.bawaslu.go.id) Seiring semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi penyampaian ide, gagasan dan pengaruh tidak lagi jamak dilakukan melalui media konvensional seperti poster dan baliho. Masyarakat kini lebih banyak menikmati komunikasi melalui jejaring dalam jaringan (daring/ online).

Hal tersebut dikarenakan masyarakat dari semua kelas ekonomi kini sudah terakses dengan internet, ini tentu juga menjadi peluang tersendiri bagi lembaga atau instansi untuk lebih dekat dengan masyarakat.

Bawaslu Kabupaten Ponorogo dalam rangka menangkap fenomena tersebut serta menjalankan mandat yang diberikan undang-undang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya mencegah pelanggaran Pemilu memproduksi sebuah film yang bertajuk 'The Candidate'.

Film yang berdurasi 60 menitan dan direncanakan launching pada 8 Juni 2020 ini merupakan salah satu langkah Bawaslu mencegah terjadinya politik uang di Bumi Reyog pada Pilkada 9 Desember mendatang.

Beragam dukungan datang dari berbagai kalangan, salah satunya Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Ikhwanudin Alfianto. Pria asli Ponorogo ini pun mengajak masyarakat untuk ikut menonton film tersebut.

“Film ini bagus sekali karena bercerita tentang perlawanan terhadap politik uang yang telah menciderai demokrasi.” Ungkapnya melalui saluran vidio.

Sebagai informasi film The Candidate ini sendiri merupakan salah satu bentuk dari semangat Bawaslu Kabupaten Ponorogo dalam melaksanakan amanat UU nomor 7 tahun 2017 Pasal 101 tentang tugas pencegahan politik uang.

Dengan mengikuti era digital produksi film ini diharapkan bisa lebih jauh memperkenalkan Bawaslu ke masyarakat khususnya para milenial yang identik dengan dunia digital.

Adapun semua crew yang terlibat pada film yang berdurasi 60 menit ini merupakan komponen yang ada di jajaran Bawaslu Kabupaten Ponorogo mulai dari stap hingga Panwas Kecamatan.

Editor : Muchtar, Foto : Bawaslu Jatim.

Tag
Berita