Lompat ke isi utama

Berita

IKP Pilkada 2020, Ini Poin Pentingnya

Ponorogo (ponorogo.bawaslu.go.id) Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu Republik Indonesia, Mohammad Afifuddin menjelaskan ada 4 dimensi besar yang diteliti dalam Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada Serentak 2020, yakni konteks sosial dan politik, Pemilu yang bebas dan adil, kontestasi, serta dimensi partisipasi.

Kemudian keempat dimensi tersebut dikembangkan lagi menjadi 15 subdimensi, selanjutnya subdimensi tersebut dipecah lagi dalam 229 indikator.

“IKP adalah alat antisipasi, bukan alat-alat pembenar agar kerawanan itu terjadi. Persepsi ini yang perlu kita samakan”, kata Afif saat pemaparan hasil IKP Pilkada Serentak 2020 di Jakarta.

Namun pria kelahiran Sidoarjo Jawa Timur itupun menyatakan masih membuka peluang terjadinya perkembangan IKP, sebab menurutnya bisa saja paslon memunculkan kerawanan baru di tengah berlangsungnya tahapan. Untuk itu Bawaslu, kata Afif, akan memetakan kerawanan dimaksud pasca penetapan paslon oleh KPU.

Afif pun berharap dengan potensi-potensi kerawanan tersebut, agar  seluruh pemangku kepentingan bisa bekerja sama dengan baik dalam menindaklanjutinya.

Sementara itu dari hasil penelitian IKP Pilkada 2020 yang menyoroti 261 Kabupaten/Kota, didapati tiga daerah yang memiliki kerawanan level tertinggi yaitu Kabupaten Manokwari, Kabupaten Mamuju dan Kota Makassar. Sedangkan daerah dengan kerawanan level terendah adalah Kabupaten Lombok Utara.

Tak hanya itu, dari 9 provinsi yang mengadakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Hasilnya, Provinsi Sulawesi Utara menjadi provinsi dengan kerawanan paling tinggi, sedangkan Kalimantan Utara menjadi provinsi dengan kerawanan terendah.

Tag
Berita