Menyentuh Generasi Milenial Agar Peduli Pemilu Jurdil
|
Surabaya (ponorogo.bawaslu.go.id) Indonesia tengah memasuki era baru yakni fenomena bonus demografi. Fenomena ini ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk produktif secara signifikan. Penduduk produktif pada era ini didominasi oleh generasi milenial atau generasi Y.
Dijelaskan oleh Ketua Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Provinsi Jawa Timur, Ahmad Afif Amrullah beberapa karakter dari generasi ini yakni cenderung memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, kritis, cerdas dan lebih menguasai teknologi dibanding generasi sebelumnya.
“Keadaan tersebut menjadi peluang tersendiri, salah satunya bagi penyelenggaraan Pemilu, karena dengan bekal kemampuan teknologi, generasi ini dapat membuat sebuah pergerakan kampanye yang masif.” Ungkapnya dalam rapat koordinasi penguatan literasi generasi milenial di era kampanye digital oleh Bawaslu Jawa Timur, Selasa (28/7).
Namun dari beberapa penelitian yang ada, generasi milenial cenderung acuh terhadap proses politik, mereka menganggap politik hanya untuk generasi-gernerasi tua.
“Untuk itu perlu trik untuk menyentuh generasi ini, khususnya agar terlibat dalam pengawasan partisipatif, caranya dengan menyesuaikan karakter milenial itu sendiri, memaksimalkan media sosial yang ada dan membangun hubungan emosional dengan mereka.” Ucapnya.
Disisi lain menurut Afif, menggungah generasi milenial untuk terlibat dalam proses penyelenggaraan Pemilu juga bisa dengan cara menyampaikan cerita yang mengungah kesadaran serta menarik perhatian mereka dengan topik yang sedang menjadi perbincangan (viral).
“Bawaslu perlu melakukan berbagai pendekatan kreatif dan inovatif untuk ‘menyentuh’ generasi ini agar terlibat dalam proses pengawasan Pemilu.” Pungkasnya.
Dalam acara koordinasi penguatan literasi generasi milenial di era kampanye digital yang digelar dikantor Bawaslu Jawa Timur ini juga dihadiri oleh Kordiv Humas dan Hubal Bawaslu Jatim Nur Elya Anggraini serta Bawaslu Kabupaten/Kota terundang.
Dari Ponorogo acara tersebut dihadiri oleh Kordiv Pengawasan, Juwaini beserta staf.
Editor : Muchtar.