Lompat ke isi utama

Berita

Canangkan Hari Selasa Berkebaya, Wujud Komitmen Bawaslu Se-Jatim Jaga Spirit Budaya dalam Kawal Demokrasi

foto

Badan Pengawas Pemilihan Umum se-Provinsi Jawa Timur mencanangkan hari Selasa Berkebaya yakni memakai pakaian Kebaya bagi Srikandi Pengawasan Bawaslu se-Jawa Timur.

Ponorogo (ponorogo.bawaslu.go.id) - Badan Pengawas Pemilihan Umum se-Provinsi Jawa Timur mencanangkan hari Selasa Berkebaya yakni memakai pakaian Kebaya bagi Srikandi Pengawasan Bawaslu se-Jawa Timur.

Dijelaskan oleh Ketua Bawaslu Ponorogo, M.Bahrun Mustofa,S.Pd.I mengungkapkan bahwa Selasa Berkebaya merupakan program yang di inisiasi oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur sebagai wujud cinta dan pengakuan terhadap Kebaya sebagai identitas, semangat dan citra keanggunan wanita Indonesia.

Selain itu makna dari pencanangan Hari Selasa Berkebaya ini adalah sebagai bentuk komitmen Bawaslu se-Jatim dalam merawat spirit masa lalu sebagai pijakan dalam menapaki masa depan yang lebih baik. "Dalam konteks Pengawasan, kita juga berkeyakinan bahwa spirit membangun demokrasi yang sehat dan berintegritas perlu melibatkan berbagai elemen seperti masyarakat dan stakeholder serta perlu berpijak pada spirit sosial budaya." Ungkapnya di Kantor Bawaslu Ponorogo (Selasa, 10/6/2025)

Senada disampaikan pengamat Kebudayaan Ponorogo, Dr. Alif Sugianto ia menilai mengunakan pakaian adat/tradisional dapat meningkatkan kecintaan dan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya, juga sebagai bagian dari kampanye untuk mengingatkan bahwa kebaya juga sebagai simbol dari Semangat, Perjuangan, Keindahan dan Keanggunan Perempuan Indonesia.

"Saya sangat mengapresiasi program tersebut sebagai upaya pelestarian budaya adiluhung yang dilakukan oleh Bawaslu" Terangnya.

Pria yang juga menjadi pengajar di UNMUH Ponorogo ini juga berharap melalui Penggunaan Kebaya ini berharap, masyarakat lebih bangga terhadap budaya Indonesia "Siapa lagi yang merawat dan mencintai budaya kita kalau bukan kita sendiri" Tegasnya.

Sebagai informasi pada tanggal 4 Desember 2024 United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization atau UNESCO secara resmi menetapkan kebaya sebagai warisan budaya dunia. Usulan dari Indonesia itu ditetapkan UNESCO sebagai bagian dari daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.

Keputusan ini diumumkan dalam sidang ke-19 Session of the Intergovernmental Committee on Intangible Cultural Heritage (ICH) di Asuncion, Paraguay. Kebaya diajukan secara bersama oleh 5 negara yakni Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura serta Thailand. (Humas).

Humas Bawaslu Kabupaten Ponorogo