Jelang Pemilu 2024, Bagja Ajak Mahasiswa Terlibat Tentukan Kualitas Demokrasi
|
Ponorogo (ponorogo.bawaslu.go.id) Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Rahmat Bagja mengajak mahasiswa untuk peduli dan menaruh perhatian terhadap persoalan Pemilu. Sebab, dalam setiap gelaran pesta demokrasi selalu terjadi peristiwa dan persoalan yang menarik untuk dikaji.
Hal tersebut ia ungkapkan saat menjadi narasumber Webinar Nasional Peran Strategis Mahasiswa Dalam Mengawal Pemilu Serentak 2024 yang Demokratis, seperti dilansir dari laman Bawaslu RI, Kamis (6/1/2022)
"Keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal demokrasi prosedural akan sangat menentukan kualitas demokrasi substansial. Selain itu, warga negara yang aktif dalam pengawasan proses demokrasi menjadi sarana pembelajaran politik yang baik bagi masyarakat." Terangnya.
Dikatakan Bagja, dalam Pemilu Serentak 2024 penyelenggara Pemilu membutuhkan bantuan mahasiswa, terutama dalam mengawasi tahapan sampai penghitungan suara selesai. Baginya, mahasiswa bisa ikut terlibat mengawasi. Dia memberi contoh misalnya terdapat Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda, fiktif, ada yang mencoblos lebih dari satu kali, politik uang dan ujaran kebencian, mahasiswa bisa berperan untuk melaporkan kepada penyelenggara Pemilu.
"Bawaslu butuh dukungan banyak pihak. Karena tingkat pengawasan dari masyarakat masih rendah. Maka kami bentuk pengawasan partisipatif sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa dan kampus untuk wujudkan pemilu berintegritas." Tuturnya.
Pria yang membidangi Divisi Penyelesaian Sengketa ini menjelaskan, salah satu bentuk pusat pengawasan partisipatif yang digagas Bawaslu yaitu, menyediakan pojok pengawasan diseluruh kantor Bawaslu provinsi dan kabupaten/kota. Program tersebut bukan hanya aksesoris semata, melainkan bisa dijadikan sebagai simpul mahasiswa untuk diskusi dalam kritisi pemilu.
"Pojok pengawasan sebagai tempat untuk bebas berpendapat terkait pemilihan, sosialisasi media massa dan untuk lingkungan akademik menggali literatur Bawaslu dalam mengawasi pesta demokrasi." Pungkasnya.