Lompat ke isi utama

Berita

Tingkatkan Kompetensi dan Pendalaman Nilai-Nilai ASN, PPPK Bawaslu Ponorogo Mengikuti Orientasi se-Jawa Timur

foto

Ponorogo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Ponorogo - Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN), PPPK Angkatan ke-III Bawaslu Kabupaten Ponorogo mengikuti kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2026 yang diselenggarakan bagi jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Timur. Kegiatan bertajuk "Kick Off Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Timur", pada Senin (22/6/2026). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid diikuti oleh 304 peserta se-Bawaslu Jatim.

Ponorogo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Ponorogo - Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN), PPPK Angkatan ke-III Bawaslu Kabupaten Ponorogo mengikuti kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2026 yang diselenggarakan bagi jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Timur. Kegiatan bertajuk "Kick Off Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Timur", pada Senin (22/6/2026). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid diikuti oleh 304 peserta se-Bawaslu Jatim. Dari Bawaslu Kabupaten Ponorogo, sebanyak 7 orang staf sekretariat terdaftar sebagai peserta orientasi.

Kegiatan orientasi secara resmi dibuka oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur, A. Warits dan diikuti oleh seluruh peserta dari Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Jatim, A. Warits menekankan tiga pilar kompetensi yang wajib dimiliki setiap PPPK Bawaslu Jatim.

”Pertama, integritas. Sebagai lembaga pengawas pemilu, integritas menjadi harga mati. Kompetensi tanpa integritas hanya akan melahirkan penyalahgunaan kewenangan. Sesuatu yang bertolak belakang dengan ruh kelembagaan Bawaslu itu sendiri,” ungkapnya

Kemudian yang kedua, profesionalisme. Menurut Warits, di tengah perubahan yang serba cepat, setiap PPPK dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi. Pengetahuan hari ini belum tentu cukup menjawab tantangan hari esok. ”Kawan-kawan PPPK harus terus belajar. Perubahan terjadi begitu cepat. Tantangan Pemilu ke dapan harus mampu dihadapi oleh PPPK Bawaslu,” tambahnya

Kemudian yang ketiga, menurut Warits PPPK harus memiliki mentalitas pelayanan. ”Kepentingan masyarakat adalah prioritas utama. Setiap program dan kebijakan harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan publik dan kualitas layanan,” ungkapnya

Pada kesempatan tersebut, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Yusuf memberikan arahan kepada seluruh peserta agar mengikuti seluruh rangkaian orientasi dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

Dalam arahannya, Yusuf menegaskan bahwa orientasi tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan dan kompetensi pegawai, tetapi juga membentuk karakter serta etika sebagai ASN yang profesional. Beliau mengingatkan seluruh peserta untuk tetap menjaga sikap dan perilaku sebagai aparatur negara.

Lebih lanjut, Kepala Bagian Administrasi, Lambok Wesly Simangunsong memaparkan bahwa orientasi PPPK bertujuan mencetak pegawai yang profesional dan berintegritas. Peserta diharapkan memahami jabatan dan uraian tugas, mampu menyusun SKP, serta menerapkan nilai-nilai bela negara.

"Kelulusan orientasi ini diukur berdasarkan nilai, sikap dan perilaku, serta total kehadiran," jelas Lambok.

Selain itu, peserta juga diingatkan untuk aktif mengikuti setiap sesi pembelajaran, baik yang dilaksanakan secara daring maupun melalui pembelajaran mandiri, sehingga tujuan orientasi dapat tercapai secara optimal.

Sebagai informasi, pelaksanaan orientasi dilakukan dengan metode pembelajaran kombinasi (blended learning), yaitu melalui pembelajaran daring secara langsung (synchronous) menggunakan Zoom Meeting serta pembelajaran mandiri (self learning) melalui modul dan video yang tersedia pada Learning Management System (LMS). Metode ini diharapkan mampu memberikan fleksibilitas bagi peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran tanpa mengurangi kualitas materi yang disampaikan. Selama mengikuti orientasi, peserta akan memperoleh berbagai materi terkait nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, kedudukan dan peran ASN, etika publik, pelayanan publik, manajemen ASN, serta penguatan wawasan kebangsaan dan budaya kerja organisasi.

Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Ponorogo, Yudha Prawita Sakti menyampaikan bahwa keikutsertaan staf sekretariat yang merupakan aparatur sipil negara PPPK dalam kegiatan orientasi ini merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi penguatan kelembagaan Bawaslu kedepan.

“Orientasi PPPK menjadi langkah awal yang penting bagi pegawai dalam memahami tugas, fungsi, serta budaya kerja sebagai ASN di lingkungan Bawaslu. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta mampu mengimplementasikan nilai-nilai ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujarnya.

Dengan mengikuti Orientasi PPPK Tahun 2026, Bawaslu Kabupaten Ponorogo berharap seluruh peserta dapat meningkatkan kompetensi, memperkuat integritas, serta mengembangkan kapasitasnya dalam mendukung terwujudnya tata kelola organisasi yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik serta good governance. (Humas)

Humas Bawaslu Kabupaten Ponorogo