Lompat ke isi utama

Berita

5 Pesan Abhan Agar Pilkada dan Pemilu Berintegritas

Ponorogo (ponorogo.bawaslu.go.id) Ketua Bawaslu Republik Indonesia, Abhan berpesan tentang 5 indikator penting agar Pemilihan Kepala Daerah dapat berjalan dengan berintegritas dan demokratis.

Kelima indikator tersebut yakni Penyelenggara harus bersikap dengan adil dan fair kepada peserta Pemilihan, tingkat partisipasi pemilih yang tinggi serta dilandasi pada kesadaran dan kejujuran dalam menentukan pilihannya, partai politik menjaring bakal pasangan calon secara demokratis dan tidak menggunakan politik uang dalam setiap tahapan, Pemilihan menghasilkan calon yang kababilitas dan berkualitas serta pemerintah dan perangkat dari tingkat pusat sampai bawah bersikap netral dan independent.

Dengan integritas, anda tidak perlu takut, karena anda tidak perlu bersembunyi. Dengan integritas, anda akan melakukan hal yang benar, jadi anda tidak akan merasa bersalah, Zig Ziglar penulis Amerika.” Ungkap Abhan saat memberikan sambutan pada pembukaan Rakor Peningkatan Kapasitas SDM Bawaslu se-Jawa Timur via online, Kamis (14/5).

Lebih lanjut Abhan menjelaskan bahwa integritas dalam Pemilihan bukan hanya untuk penyelenggara saja namun juga terhadap partai politik dan peserta pemilihan, hingga integritas pada masyarakat pemilih.

“Bagi penyelenggara memang ada beberapa putusan DKPP itu sebagai terhadap ukuran persoalan integritas yang sampai diberhentikan, mudah mudahan ini menjadi pembelajaran jajaran penyelenggara agar tidak terulang.” Katanya.

Sementara menurutnya integritas bagi peserta yakni partai politik dan pasangan presiden dan wakil presiden mereka harus patuh dan taat pada aturan, dan tidak memanfaatkan bantuan sosial untuk kepentingan kampanye dan melanggar etika politik.

“Yang punya integritas terakhir yakni komponen masyarakat, partisipasi masyarakat dalam mentaati ketentuan Undang-undang, seperti masyarakat berani mengatakan tolak politik uang, tidak kemudian malah menunggu adanya politik uang saat Pemilu.” Jelasnya.

Diakhir sambutannya Abhan melalui Rakor Peningkatan Kapasitas SDM Bawaslu Jawa Timur ini mengapresiasi dan berharap agar acara ini dapat meningkatkan kualitas SDM dan Pemilihan yang Luber dan Jurdil ditengah Wabah Covid-19.

Adapun rakor ini secara online juga dihadiri oleh seluruh Pimpinan Bawaslu Provinsi Jawa Timur, dan menghadirkan 3 narasumber yakni Abdul Chalik dari TDP DKPP RI, Dian Ferricha dari PUSKOD IAIN Tulungagung dan Ach.Syaiful A'la Rektor INKADHA Sumenep.

Di Kabupaten Ponorogo sendiri, rakor diikuti oleh seluruh Pimpinan Bawaslu yakni Moh. Syaifulloh, Juwaini, Widi Cahyono, Sulung Muna Rimbawan serta Marji Nurcahyono.  

Pimpinan Bawaslu Kabupaten Ponorogo mengikuti Rakor Peningkatan Kapasitas SDM Bawaslu Jawa Timur secara online, Kamis (14/5).

Editor : Muchtar, Fotografer : Hendra.

Tag
Berita