Lompat ke isi utama

Berita

Ikhwanudin: Resiko Besar Penyelenggaraan Pilkada, Standart Covid Harus Ketat

Ponorogo (ponorogo.bawaslu.go.id) Resiko besar dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah pada masa pandemi, harus diimbangi dengan kebiasaan yang sesuai protocol Covid-19.

Pesan ini disampaikan Muh.Ihwanudin Alfianto, Komisioner Bawaslu Jawa Timur dalam rakor perdana via daring oleh Bawaslu Kabupaten Ponorogo bersama seluruh Komisioner Bawaslu Ponorogo beserta jajaran Panwascam di 21 Kecamatan, Senin (15/6).

Dirinya berharap, meskipun beresiko, dengan protocol Covid yang ketat seluruh penyelenggara bisa aman dari pandemi Covid.

“Berbagai pertimbangan teknis ini harapannya bisa diikuti dengan baik oleh seluruh jajaran Bawaslu.” Ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Ikhwan inipun menerangkan, meskipun alat pelindung diri belum disediakan oleh Pemerintah harapannya fasilitas masker, hand sanitizer bisa di penuhi oleh pribadi masing-masing Pengawas. Menurutnya, bagaimanapun tahapan sudah dimulai dan di laksanakan, sembari menunggu sarana prasarana yang difasilitasi Pemerintah.

"Handsanitizer harapannya punya, minimal botol kecil dan bisa di bawa kemana mana. Demikian juga masker. Masing masing harus punya. Insyaalloh secara teknis akan disediakan oleh Pemerintah." jelasnya.

Disisi lain kata Ikhwan, meskipun Ponorogo masuk dalam zona kuning, tetapi jajaran penyelenggara harus tetap waspada, berhati-hati serta lebih bersemangat karena tantangan Pilkada selain pandemi adalah terkait kwalitas Pilkada yang juga harus tetap terjaga.

"Kita harus sekuat tenaga mewujudkan Pemilihan yang berkwalitas dan berintegritas, sehingga output dari pemilihan bisa berkwalitas. Dengan memaksimalkan tugas fungsi dan kewajiban sebagai pengawas." Ujarnya

Terakhir pria asli Ponorogo ini berpesan agar jajaran Pengawas Pemilihan selalu menjaga profesionalitas, netralitas maupun etika sebagai penyelenggara.

Editor : Joe, Foto : Muchtar.

Tag
Berita