Lompat ke isi utama

Berita

Lima Wabah Politik Yang Menginfeksi Pilkada

Ponorogo (ponorogo.bawaslu.go.id) Toto Sugiharto, analis dari Exposite Strategic menyatakan bahwa terdapat lima hal wabah politik mematikan yang dapat menginfeksi Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada. Kelima hal tersebut yakni, mekanisme penentuan calon yang cenderung oligarkis, pilkada yang tersandera dengan uang, integritas yang terpinggirkan, arena mementingkan diri sendiri dan menipu rakyat, hingga kualitas penyelenggara yang belum maksimal.

“Kita mengalami wabah yang akan merusak republik ini. Pilkada kita mekanisme penentuannya ditentukan secara oligarkis oleh partai politik. Saat sistem kita sudah desentralisasi, tetapi penentuan calon dari partai masih harus persetujuan pusat.” Ungkapnya dalam Tadarus Pengawasan Pemilu perdana di akun Yutube Humas Bawaslu RI, Senin (27/4).

Lebih lanjut Toto juga menyoroti betul tentang infeksi lain yang akan mematikan Pilkada. Baginya, Pilkada yang tersandera dengan politik uang akan menginfeksi dan merusak mentalitas masyarakat. Ia juga menilai, kontestasi politik dalam Pilkada masih menjadi arena untuk diri sendiri dan hanya menjadikan rakyat sebagai pijakan untuk meraih kekuasaan.

Untuk itulah, ia memberikan rekomendasi dengan melakukan penyadaran tentang penentuan calon yang oligarkis dan sentralistis menjadi mekanismeyang demokratis, lalu adanya pengawasan terhadap aliran uang dalam pilkada, perlunya integritas dan fakta integritas terhadap rakyat agar tidak dibohongi, hingga juga optimalisasi kinerja penyelenggara dan Pengawas Pemilu.

“Disinilah peran Bawaslu untuk memberikan penyadaran terhadap partai politik agar penentuan calon dari partai dilakukan secara demokratis, lalu memperketat pengawasan aliran uang sehingga menutup celah adanya politik uang, terus meningkatkan integritas dan mengoptimalkan kinerja penyelenggara Pemilu. Saya kira itu rekomendasi saya.” Pungkasnya.

Sumber : Bawaslu Provinsi Jawa Timur.

Tag
Berita