Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Kinerja Kehumasan Menuju Komunikasi Berdampak, Bawaslu Ponorogo Ikuti Cangkrukan Demokrasi

foto

Ponorogo, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ponorogo mengikuti kegiatan bertajuk "Cangkrukan Demokrasi: Reorientasi Kehumasan dan Publikasi Kelembagaan Menuju Komunikasi Berdampak" yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Jawa Timur secara daring melalui Zoom, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini menjadi forum evaluasi dan penguatan strategi kehumasan bagi jajaran Bawaslu kabupaten/kota se-Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas komunikasi publik.

Ponorogo, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ponorogo mengikuti kegiatan bertajuk "Cangkrukan Demokrasi: Reorientasi Kehumasan dan Publikasi Kelembagaan Menuju Komunikasi Berdampak" yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Jawa Timur secara daring melalui Zoom, Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini menjadi forum evaluasi dan penguatan strategi kehumasan bagi jajaran Bawaslu kabupaten/kota se-Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas komunikasi publik.

Lolly Suhenty, Anggota Bawaslu Republik Indonesia pengampu Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat menekankan bahwa publikasi atas kerja-kerja Bawaslu harus dekat dengan masyarakat.

“Yang kita tampilkan bukan sekadar pejabat yang hadir, melainkan masyarakat yang merasakan langsung dampak dari kerja pengawasan kita,” tegas Srikandi Pengawas Pemilu tersebut.

Keberhasilan kehumasan tidak hanya diukur dari jumlah berita dan unggahan media sosial, tetapi juga dari kemampuan informasi dalam meningkatkan pemahaman, membangun kepercayaan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.

Lolly juga menegaskan bahwa reorientasi kehumasan harus dimulai dari cara menentukan materi publikasi. Pendekatan ini akan membuat komunikasi Bawaslu lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memenuhi informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

foto

“Sudut pandangnya harus diubah. Dari yang tadinya berfokus pada kegiatan Bawaslu, menjadi menjawab apa yang perlu diketahui masyarakat hari ini,” tegasnya.

Lolly juga mendorong penyesuaian komposisi konten agar lebih banyak memuat edukasi dan informasi substantif ketimbang kegiatan seremonial. Ia berharap akun media sosial Bawaslu tidak hanya menjadi etalase kelembagaan.

“Media sosial Bawaslu harus menjadi ruang belajar, tempat kita mendengar, dan wadah untuk berinteraksi dengan masyarakat,” pungkasnya.

Kehumasan Bawaslu didorong untuk mengedepankan publikasi yang informatif, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kemudian terkait dengan pengelolaan media sosial perlu dilakukan secara terarah melalui pemetaan audiens, penyusunan perencanaan konten, serta evaluasi berdasarkan jangkauan, interaksi, dan dampak informasi yang disampaikan. Publikasi kegiatan kelembagaan juga diharapkan tidak sekadar menjadi dokumentasi, tetapi mampu menjelaskan manfaat kegiatan bagi masyarakat.

Bawaslu Kabupaten Ponorogo melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan Cangkrukan Demokrasi ini, diharapkan dapat semakin menguatkan dan mengembangkan strategi kehumasan yang kreatif, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan publik serta diharapkan dapat senantiasa beradaptasi dengan perubahan pola komunikasi masyarakat dan menghadirkan publikasi kelembagaan yang lebih dekat dengan masyarakat untuk meningkatkan partisipasi publik dalam pengawasan partisipatif dalam Pemilu dan Pemilihan mendatang. (Humas)