Perkuat Kinerja Kehumasan di masa Non-Tahapan, Bawaslu Ponorogo Ikuti Evaluasi Pemberitaan dan Publikasi Bawaslu RI
|
Surabaya, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ponorogo mengikuti kegiatan rapat Evaluasi Kebijakan Publikasi dan Pemberitaan Bawaslu yang diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia, pada hari Selasa s.d Kamis (25/08/2026 s.d 27/08/2026) yang berlangsung di Surabaya. Kegiatan bertajuk "Evaluasi Publikasi dan Pemberitaan Bawaslu Pada Masa Non-Tahapan" tersebut diikuti jajaran Bawaslu dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat strategi kehumasan dan komunikasi publik dalam publikasi maupun pemberitaan.
Miftcahul Asror, S. Th.I selaku Anggota Bawaslu Kabupaten Ponorogo pengampu Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Pemberitaan dan Publikasi dipandang sebagai sarana membangun kedekatan, kepercayaan, dan dukungan publik.
Bawaslu sejatinya turut diberi mandat membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, dalam sambutan pembukaan kegiatan menekankan bahwa humas memiliki posisi penting dalam membangun citra dan kepercayaan publik terhadap Bawaslu.
Lolly Suhenty mengibaratkan humas seperti menjaga halaman rumah yang menjadi bagian pertama yang dilihat masyarakat.
“Kerja kehumasan itu kerja menjaga halaman rumah. Kalau halaman rumah bersih, itu akan mengundang orang untuk datang. Kalau halaman rumah kita menarik, maka orang-orang akan datang berkunjung,” tegas Lolly.
Lolly menyampaikan bahwa dalam kurun empat tahun terakhir, orientasi kehumasan Bawaslu telah mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya kerja humas hanya berkutat pada aktivitas mempublikasikan informasi, kini arahnya telah bergeser menjadi upaya membangun ekosistem komunikasi yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Miftachul Asror dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pada masa non-tahapan, publikasi menjadi ruang strategis menjaga relasi, kepercayaan, dan literasi komunikasi.
"Pada masa non-tahapan Pemilu ini, memberi ruang bagi kami untuk literasi demokrasi dan pengawasan secara berkelanjutan, dimana Bawaslu mendorong masyarakat menjadi bagian dari pengawasan serta membangun relasi komunikasi yang baik untuk meningkatkan kepercayaan publik yang turut meningkatkan legitimasi penyelenggaraan pemilu dan pemilihan mendatang" ungkapnya.
Dalam kegiatan evaluasi pemberitaan dan publikasi tersebut, Bawaslu Kabupaten Ponorogo mendapatkan apresiasi dari Bawaslu RI. Apresiasi diberikan atas inovasi dalam publikasi kegiatan Sosialisasi yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Ponorogo pada Forum Warga yang berbasis pada pendekatan kepada masyarakat. Praktik baik dalam menghadirkan edukasi pengawasan kepada masyarakat tersebut dijadikan rujukan percontohan untuk diadaptasi oleh Bawaslu Kabupaten/Kota lainnya.
Bawaslu Kabupaten Ponorogo melalui giat evaluasi pemberitaan dan publikasi ini berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan kinerja kehumasan serta mengoptimalkan pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi dan transparansi kepada masyarakat, sehingga kinerja kehumasan dapat semakin adaptif, inovatif, dan mampu mendukung terwujudnya Visi dan Misi Lembaga untuk memperkokoh demokrasi melalui pengawasan yang berintegritas demi mewujudkan Indonesia Maju dan Emas. (Humas)
Bawaslu Kabupaten Ponorogo