Lompat ke isi utama

Berita

Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke 118 Tahun, Bawaslu Kabupaten Ponorogo Serukan Semangat Kawal Demokrasi

foto

ponorogo.bawaslu.go.id Ponorogo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Ponorogo - Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang  diperingati setiap tanggal 20 Mei, Bawaslu Kabupaten Ponorogo menyelenggarakan Upacara. Hari Kebangkitan Nasional ke 118 tahun ini merupakan momentum fundamental yang merujuk  pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Kaum terpelajar pribumi  mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan.

ponorogo.bawaslu.go.id Ponorogo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Ponorogo - Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang  diperingati setiap tanggal 20 Mei, Bawaslu Kabupaten Ponorogo menyelenggarakan Upacara. Hari Kebangkitan Nasional ke 118 tahun ini merupakan momentum fundamental yang merujuk  pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Kaum terpelajar pribumi  mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan.

Anggota Bawaslu Kabupaten Ponorogo, Miftachul Asror, S.Th.I , menyerukan pentingnya sinergi bersama untuk menjaga dan mengawal demokrasi dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke-118. Bertindak sebagai pembina upacara, Miftachul Asror secara resmi membacakan naskah pidato menteri milik Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Viada Hafid, di hadapan seluruh jajaran pejabat dan staf di lingkungan Bawaslu RI.

Dalam naskah pidato tertulisnya, ia menekankan kemajuan sebuah negara tidak boleh digantungkan pada belas kasih atau bantuan pihak asing, melainkan mutlak digerakkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu padu dalam satu visi besar. Ia mengatakan, bermula dari berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 diakui sebagai 'fajar menyingsing' bagi kesadaran berbangsa, di mana perjuangan fisik bertransformasi menjadi perjuangan intelektual demi kedaulatan bermartabat.

Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara". Tema ini merepresentasikan filosofi gerakan bersama seluruh elemen bangsa dalam menjaga Ibu Pertiwi melalui perlindungan para generasi muda (tunas bangsa), sekaligus menegaskan esensi kemandirian nasional.

foto

Semangat 1908 sebagai tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi  menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat. Momentum Hari Kebangkitan Nasional menyalakan semangat para generasi penerus bangsa untuk mengawal dan menjaga demokrasi wujudkan Pemilu dan Pemilihan Berintegritas dan Bermartabat.

foto

Bawaslu Kabupaten Ponorogo berharap melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini,  semangat perjuangan para pahlawan, semangat para pendahulu bangsa dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pengabdian, profesionalitas, dan integritas dalam mewujudkan visi dan misi lembaga serta mengawal demokrasi di bumi pertiwi. (Humas)
 

Humas Bawaslu Kabupaten Ponorogo